"Punya istri tuh digandeng dong kalau jalan," gerutu saya sambil meraih tangan suami saya. Dia hanya tersenyum simpul kemudian mengenggam tangan saya.
"Nanti kalau malah digandeng cowok lain, mau?"
"Lah kamunya mau gak?" dia malah balik bertanya.
"Sebel..," saya kalah lagi.
Saya sering dengar joke yang ceritanya kurang lebih begini:
Semasa pacaran, kalau kesandung dan jatuh, pacar pasti langsung panik. "Kamu gak papa sayang? Ada yang luka gak?".
Setelah menikah, kejadian yang sama akan menimbulkan kalimat, "Laahh.. gimana sih, jalan gak liat-liat. Bangun dong, gak malu diliatin orang?"
Dan saya merasakan hal yang sama dengan joke tersebut..
Dulu waktu masih lucu-lucunya pacaran, pacar (sekarang suami) tidak pernah lalai menggandeng tangan saya, kadang mengecup rambut saya. PDA bok, Public Display of Affection. Dan saya sebagai penganut paham romantisme, tentu saja senang.
Awal-awal menikah, masih begitu. Mungkin efek pacaran masih terbawa ya.
Setelah lewat lima tahun menikah, mulai saya yang berasa keganjenan minta digandeng, minta dipeluk. Dianya sih udah nyantai aja, walaupun gak keberatan kalau saya gandeng.
Kalau saya tanya, jawabannya santai sekali.
"Kan akunya juga gak ke mana-mana di sini sini aja."
Pengen ditoyor-toyor.
Kadang-kadang dia masih sih gandeng-gandeng saya, peluk bahu saya, keseringannya di depan teman-temannya. Dan saya tentu saja langsung meleleh.... :)
Tadinya mau dimasukin ke sini, tapi kayaknya temanya gak pas.